Tuesday, July 16, 2019

PEMKAB MAGETAN GELAR PEMBEKALAN KEPALA DESA

PEMKAB GELAR PEMBEKALAN KEPALA DESA
Jelang pelaksanaan Pilkades serentak, Pemkab Magetan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Permasdes) terus melakukan persiapan. Seperti yang dilaksanakan hari ini Senin (15/7/2019), Dinas Permasdes menggelar Pembekalan Kepala Desa dalam rangka Pelaksanaan Pilkades Serentak 2019. Acara dilaksanakan di ruang rap
at Hotel Bukit Bintang selama dua hari 15-16 April 2019.
Kepala Dinas Permasdes Magetan, Drs. Iswahyudi Yulianto M.Si menuturkan Pembekalan ditujukan kepada kepala desa, BPD, FORKOPIMCA, Babinsa dan Babinkamtibmas agar terwujud sinkronisasi elemen dalam pelaksanaan Pilkades nanti.
Bupati Suprawoto menyampaikan Pilkades di Magetan akan dilakukan secara serentak, pemungutan suara di 184 desa dilakukan pada hari yang sama. Untuk itu agar Magetan tetap bisa melakukan Pilkades secara serentak tetapi dapat mewujudkan upaya menjadi yang terdepan, maka tetap ada desa yang pemungutan suaranya e-voting. Dari 184 desa, yang Pilkadesnya akan dilakukan secara e-voting adalah 18 desa. Dipilih desa yang memiliki penduduk terbanyak di masing-masing kecamatan. Sedangkan desa yang lain tetap melakukan Pilkades secara manual.
" Pelaksanaan Pilkades di Magetan memiliki target sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Jadi tidak hanya sukses dalam pelaksanaan sehingga menjadi prestasi tersendiri bagi Magetan, tetapi kesuksesan tersebut menjadikan Magetan sebagai rujukan studi banding pelaksanaan Pilkades dengan sistem e-voting. Sehingga hal tersebut akan memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat karena pasti akan banyak orang berkunjung ke Magetan ", tutur Bupati Suprawoto.
Oleh karena itu Bupati Suprawoto mengajak seluruh pihak untuk optimis dan bertekad mensukseskan pelaksanaan Pilkades serentak di Magetan. (Humasprotokol

KEMBANGKAN POTENSI, PEMKAB JAJAGI KERJASAMA DENGAN DOMPET DUAFA



Untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Magetan, Pemerintah melakukan berbagai upaya salah satunya mengajak pihak swasta untuk ikut dalam pengembangan potensi potensi yang da Di Kabupaten Magetan. Salah satunya adalah DOMPET DUAFA lembaga sosial yang konsen dalam pengentasan kemiskinan yang pendirian di inisiatori oleh Mantan Kepala RRI, Parni Hadi direncanakan akan mendirikan Gerai Kesehatan di Kecamatan Lembeyan.
Untuk itu bertempat di ruang kerja Bupati Magetan sejumlah pimpinan Dompet Duafa diantaranya Branch Manager Dompet Duafa Kholiq, dr. Hery Ketua Gerai Sehat Dompet Duafa,dan perwakilan Dompet Duafa Madiun Ibu Endang beraudensi langsung dengan Bupati Magetan Bpk Dr. Drs Suprawoto, MM berbagai potensi yang ada di coba digali untuk dikembangkan dengan kerjasama yang akan dilakukan oleh Pemkab Magetan dengan Dompet Duafa.
Branch Manager Dompet Duafa Kholiq berharap dengan kerjasama ini bisa memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat Magetan.(Humas Protokol)

TELAGA SARANGAN AKAN MENJADI HABITAT IKAN DEWA

Sektor pariwisata digadang-gadang menjadi sektor pengungkit di Magetan. Dan Sarangan sebagai destinasi unggulan terus dicari terobosan untuk pengembangannya. Baik dari fasilitas maupun inovasi baru untuk lebih menambah daya tarik Sarangan bagi wisatawan.
Salah satu upayanya Pemkab menggandeng Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPRSDM KKP) untuk mengembangbiakkan ikan Dewa di telaga Sarangan. Terobosan tersebut dibahas bersama dalam audiensi santai di ruang Jamuan pada Senin (15/7/2019).
Agus Cahyadi, Kabid Perikanan Budidaya BPRSDM KKP menjelaskan Sarangan sangat cocok untuk budidaya ikan Dewa. Selain untuk menambah daya tarik wisata tetapi juga untuk fungsi konservasi karena ikan Dewa adalah spesies asli Indonesia yang hampir punah. Masih sedikitnya daerah yang membudidayakan tentunya akan menjadi nilai plus bagi Sarangan.
Bupati Suprawoto menyambut baik terobosan tersebut. Senyampang hal tersebut berdampak positif dan meningkatkan daya tarik wisata di Magetan. Oleh karena itu segenap OPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Peternakan untuk menindaklanjuti terobosan tersebut. (Humasprotokol)


Program Bunda Kasih Bupati Magetan Tinjau Lansia

Tidak ada yang pernah mengingkan ketika memasuki usia senja harus bergelut dengan kesendirian, keterbatasan ekonomi serta hidup kesusahan.
Masih banyak dari mereka yang harus berjuang hidup di sisa usianya. Bahkan hanya untuk bertahan hidup pun mereka terkadang harus berjuang keras ditengah keterbatasan fisik mereka yang sudah mulai melemah. Mereka yang harusnya beristirahat dan lebih memfokuskan untuk mendekatkan diri ke pada sang kholiq ternyata masih saja terbebani dengan kondisi ekonomi.
Oleh karena itulah dibutuhkan kepedulian masyarakat di lingkungan maupun pemerintah. Berawal dari realita diatas Bupati Suprawoto mempunyai gagasan dan ide untuk membantu mengurangi beban mereka. Melalui program Bunda Kasih, Bupati mengajak warga Magetan untuk lebih peduli pada mereka. Kaum lansia yang karena keadaan harus hidup sendiri dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan.
Program Bunda Kasih yang akan di launcing beberapa bulan kedepan merupakan upaya kepedulian pemerintah dan sebagai bentuk penghormatan bagi kaum lansia. Disamping sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama, program Bunda Kasih juga sebagai bagian pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan. (Humasprotokol)


Sunday, July 14, 2019

Bupati Suprawoto menghadiri Pengajian dan Silaturahmi Ulama, Umaro, TNI dan Polri

Bupati Suprawoto menghadiri Pengajian dan Silaturahmi Ulama, Umaro, TNI dan Polri yang dilaksanakan di balai desa Pragak, Senin malam(14/7/2019). Acara tersebut diikuti oleh ratusan warga dari kecamatan Parang dan Lembeyan.
Bupati Suprawoto menyampaikan bahwa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI. Persatuan menjadi pondasi untuk membangun negeri, melaksanakan berbagai program untuk kemajuan Magetan khususnya.
Di akhir sambutannya Bupati mengajak segenap elemen untuk bersatu menyatukan langkah membangun Magetan menuju Magetan Terdepan. (Humasprotokol



)

Hari terkahir liburan anak sekolah, Telaga Sarangan Magetan sangat ramai pengunjung

Hari terkahir liburan anak sekolah, Telaga Sarangan sangat ramai pengunjung. Banyak keluarga bersama anak-anaknya memanfaatkan waktu santai sebelum mulai sekolah.
Berdasarkan pantauan kami, pengunjung wisata telaga Sarangan terlihat begitu ramai. Bahkan dari pintu masuk utama serta ruas jalan utamapun sudah terlihat antrean kendaraan.
Terlihat banyak pengunjung yang bersantai di atas tikar dan kursi di sekitar telaga. Ada pula yang asik menikmati panorama alam dengan menaiki kuda serta berspeedboat berkeliling telaga.
Beberapa spot selfie yang terdapat di area wisata pun terlihat ramai pengunjung. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa terlihat menikmati hari libur mereka di sana.
Salah seorang pengunjung, Bela dari Surabaya mengatakan, bahwa ia dan keluarga sangat menikmati suasana wisata telaga Sarangan yang berada di lereng gunung lawu tersaji begitu apik ditambah dengan panorama gunung, hutan pinus membuat suhu menjadi dingin.


PEMKAB MAGETAN GELAR PELAYANAN KB MOW dan MOP

Sebagai salah satu upaya pengendalian jumlah penduduk, Pemkab Magetan bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan KODIM 0804 menggelar Bhakti Sosial Pelayanan KB Medis Operasi Wanita (MOW) dan Medis Operasi Pria (MOP). Acara yang dilaksanakan selama rangkaian Hari Keluarga Nasional ke 26 tersebut diselenggarakan di RSUD dr. Sayyidiman, Sabtu (13/7/2019).
Animo warga Magetan untuk mengikuti kegiatan tersebut juga cukup tinggi. Tercatat 330 orang mengikuti kegiatan tersebut dengan rincian 307 peserta MOW dan 27 peserta MOP.
Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) kabupaten Magetan, Kustini menuturkan kegiatan tersebut merupakan kerjasama berbagai pihak untuk memberikan pelayanan KB MOP dan MOP. Kegiatan tersebut akan sangat membantu masyarakat Magetan melaksanakan KB, karena jika dilakukan secara mandiri tentu harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Kustini menyampaikan biaya Mandiri KB MOP dan MOW di dokter praktek swasta antara 3 - 5 juta.
Bupati Suprawoto menyampaikan laju pertambahan penduduk jika tidak dikendalikan akan menimbulkan berbagai permasalahan. Masalah pangan, kesenjangan sosial, pendidikan, tingginya kriminalitas dsb. Oleh karena itu perlu kesadaran untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di Magetan. (Humasprotokol)