Friday, July 19, 2019

PEMKAB SOSIALISASIKAN PERMENDAGRI NO 99 TAHUN 2018

 Bupati Suprawoto membuka Sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri no 99 tahun 2018 tentang pembinaan dan pengendalian penataan perangkat daerah kabupaten Magetan. Kegiatan dilaksanakan di ruang Ki Mageti, Jumat (19/7/2019).
Beni Adrian, M.Si, kepala bagian Organisasi Setdakab Magetan menyampaikan sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap penataan perangkat daerah yang efektif dan efisien. Hal tersebut dalam rangka penyusunan perangkat daerah di Magetan yang lebih optimal dalam kinerja.
Bupati Suprawoto menjelaskan reformasi birokrasi sebagai cara untuk mengefektifkan kelembagaan di daerah. Perangkat daerah disusun berdasarkan kebutuhan nyata dan fungsi kelembagaan yang efektif. Demikian juga diharapkan optimalisasi kinerja bisa diraih.
Oleh karena itu Bupati Suprawoto menekankan semua pihak harus mengevaluasi dan mengubah mindset untuk menata kembali perangkat daerah agar tercipta sistem kerja dalam pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
Bertindak sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut adalah Supriyadi dari biro organisasi Pemerintah Pemprov Jawa Timur.(Humas protokol)

KOPERASI SIAP SONGSONG ERA INDUSTRI 4.0

Segenap anggota FORKOPIMDA, pimpinan OPD, serta anggota koperasi se-kabupaten Magetan mengikuti Upacara hari Koperasi ke 72 yang dilaksanakan di lapangan Mangkujayan, Jumat (19/7/2019). Peringatan hari Koperasi ke 72 tahun 2019 mengusung tema "Reformasi Total Koperasi di Era Industri 4.0".



Menteri Koperasi dan UKM dalam sambutan yang dibacakan oleh Bupati Magetan, Suprawoto menyampaikan bahwa saat ini kita berada pada era digitalisasi dan Artificial Inteligence (AI) dalam kehidupan industri yang merembet pada kehidupan sehari-hari. Koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan sumber daya yang handal untuk menghadapi tantangan tersebut. Dalam konteks tersebut perlu reformasi total pada tubuh koperasi. Meliputi REORIENTASI (mengubah mindset), REHABILITASI (membangun koperasi yang sehat) dan PENGEMBANGAN.
Lebih lanjut Menteri Koperasi dan UMKM berharap agar gerakan Koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan jaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya. Menjadikan koperasi sebagai kekuatan bersama untuk memajukan pemerataan kesejahteraan di Indonesia.
Sementara itu puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke 72 dilaksanakan di stadion Satria, Purwokerto pada 12 Juli 2019 lalu. (Humas protokol)

STASIUN BARAT BERGANTI NAMA STASIUN MAGETAN

STASIUN BARAT BERGANTI NAMA STASIUN MAGETAN
Bertempat di Ruang VP Daop 7 Madiun, Bupati Magetan, Dr. Drs. H. Suprawoto, SH, M. Si didampingi Kadishub Magetan, Joko Trihono dan jajaran datang berkunjung ke Kantor Daop 7 Madiun. Kunjungan Bupati beserta rombongan diterima langsung oleh VP 7 MN yang didampingi Man Humas, Man Pam Obvit dan Aset, Man Bangdis dan JM Angbar. VP 7 Madiun menyampaikan kepada Bupati Magetan bahwasanya usulan terkait pergantian nama Stasiun Barat telah disetujui menjadi Stasiun Magetan mulai 1 Desember 2019. Seiring dengan meningkatnya okupansi di Stasiun Barat, diharapkan perubahan nama stasiun tersebut dapat berdampak positif meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Lebih lanjut, VP 7 Madiun berharap sinergi antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Magetan menguat serta komunikasi terjalin dengan baik dan dapat saling mendukung satu sama lain. Atas diterimanya usulan terkait Stasiun Barat dan diberikannya nama Stasiun Magetan serta dukungan dari PT KAI Daop 7, Bupati Magetan menyampaikan terima kasih. "Saya berharap Kabupaten Magetan dan PT KAI Daop 7 dapat terus bersinergi lebih baik kedepannya untuk memajukan wilayah disekitar Stasiun Magetan", pungkas Suprawoto.
Dalam kesempatan tersebut KaDaop 7 menyampaikan harapan dengan bergantinya nama stasiun kedepan semakin banyak volume penumpang yang akan mengunakaan jasa Kereta Api karena semakin banyak Kerata api yang akan Berhenti di stasiun Barat yang tentunya akan bisa meningkatkan perekonomian di sekitar stasiun.
Sebagai tindak lanjut dari perubahan ni rencananya stasiun Barat akan dimasukan kedalam GPKA ( Grafik Perjalanan Kereta Api ) tahun 2019 Desember nanti dengan nama baru Stasiun Magetan
(Humas dan Protokol)

Sosialisasi Permendagri nomor 33 tahun 2019 tentang Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2020

Wakil Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd membuka acara Sosialisasi Permendagri nomor 33 tahun 2019 tentang Penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2020 di ruang pertemuan hotel Bukit Bintang, Kamis (18/7/2019). Acara tersebut dihadiri oleh kepala BPPKAD, narasumber dari ditjen bina keuangan daerah perencanaan anggara daerah , Sekretsris daerah kabupaten magetan dan team anggaran pemerintah daerah (TPAD).
Dalam sambutannya Wakil Bupati Nanik menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki makna strategis dalam kerangka penyusunan perencanaan untuk tahun anggran 2020, dalam mewujudkan kepemimpinan yang bersih dan berwibawa.
" Saya berharap melalui sosialisasi peraturan dalam negeri nomor 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2020 dapat memperoleh pemahaman yang mendalam menuju terwujudnya tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah kususnya penyusunan APBD kabupaten Magetan tahun anggaran 2020 " jelas Wakil Bupati Nanik. (Humasprotokol)


KASIH IBU TAK BERBATAS

KASIH IBU TAK BERBATAS

Ungkapan tersebut menggambarkan ketegaran seorang ibu bernama ibu Tukinem (73 tahun), warga desa Mojopurno, RT : 01 RW : 03, Kecamatan Ngariboyo. Di usia senjanya, ibu Tukinem dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat anak pertamanya Slamet Riadi (36 tahun) yang tergolek di tempat tidur. Slamet mengalami kelumpuhan separuh anggota badannya, sehingga bagian tubuh dari perut ke bawah tak bisa digerakkan. Selama lebih dari 10 tahun ibu Tukinem dengan kasih sayang merawat putranya sendiri, karena suaminya (Kaslan) telah berpulang 21 tahun yang lalu.

Slamet pada mulanya adalah pemuda yang normal. Kesehariannya dia berjualan dompet, ikat pinggang dan berbagai aksesoris di beberapa pasar di Magetan seperti pasar Sayur Magetan, pasar Plaosan, pasar Kawedanan dan pasar Parang. Bahkan kadang ia berjualan sampai ke pasar Ngrambe, Ngawi dan pasar Legi (pasar Songgolangit sekarang) Ponorogo. Dari pernikahannya dengan Lilis, Slamet memiliki seorang putra berusia 10 tahun. Namun karena kecelakaan sepeda motor, Slamet mengalami kelumpuhan di sebagian anggota tubuhnya hingga saat ini. Keluarga telah berupaya agar Slamet mendapatkan pengobatan terbaik, namun tak kunjung membuat Slamet sembuh. Karena kondisi itu pula, Slamet akhirnya berpisah dengan istrinya.

Gurat wajah yang menua tak lantas membuat ibu Tukinem berpasrah diri. Sembari merawat Slamet, ibu dari tiga orang anak ( Slamet, Siti dan Sari ) tersebut berjuang keras untuk mencari nafkah keluarga. Dengan telaten tangan renta ibu Tukinem membungkus krupuk kemudian diikat dengan tali rafia, kemudian ia titipkan ke tetangga untuk dijual di pasar Sayur. Dari situlah asap dapurnya bisa terus mengepul.

Sebuah jawaban yang menguras tangis haru saat ibu Tukinem ditanya apa yang membuatnya tegar. " Kalo tidak saya, siapa yang akan merawat Slamet. Jadi saya harus kuat. Yang saya pikirkan cuma satu, kalo saya sudah tiada nanti siapa yang akan merawat Slamet ", tutur ibu Tukinem dengan berkaca-kaca.

Ibu Tukinem, beratnya cobaan hidup yang engkau jalani namun engkau masih bisa tersenyum. Engkau yakin bahwa Tuhan akan selalu sayang pada hambanya. Ibu Tukinem, kasihmu tak berbatas. Hidup memang sebuah Misteri, tidak satupun yang akan tahu apa yang akan terjadi, hanya dengan empatilah kita bisa berbagi kebahagian dengan mereka yang menjalani beban hidup yang terasa terasa berat karena misteri kehidupan ini. (Humasprotokol)

Wednesday, July 17, 2019

Bupati Magetan Suprawoto "Mengambil Sampah"

Ketika seorang pemimpin memberikan contoh untuk suatu perubahan bukanlah pencitraan, namun lebih dari itu, yaitu wujud tanggung jawab untuk perubahan itu sendiri.
Apa yang dilakukan Bupati Suprawoto mungkin sesuatu hal yang kecil atau mungkin ada yang menilai sebuah pencitraan..( foto diatas diambil dari jarak yang jauh sehingga kurang jelas karena moment yang tidak rencanakan) tp kalau tdk diawali dari langkah konkret siapa yang akan memulainya...
Pernahkah kita punya kepedulian untuk memungut sampah ketika kita jumpai dijalan...atau pernahkah kita menahan untuk membuang sampah pada tempatnya ketika kita beraktivitas...hal kecil mungkin akan tetapi mempunyai efek luar biasa, karena berawal dari itulah sebenarnya kita bisa memulai ..memulai perubahan untuk menciptakan lingkungan dan alam yang bersih, karena tanggung jawab kebersihan bukan dipundak pertugas kebersihan saja. ..tapi menjadi tanggung jawab kita semua,
Kita yang di sebut Manusia.



Tuesday, July 16, 2019

Wakil Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd menghadiri acara musyawarah kerja cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi)

Wakil Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd menghadiri acara musyawarah kerja cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di hotel Bukit Bintang, Rabu ( 17 - 7 - 2019 ). Adapun undangan yang hadir jajaran Forkopimda serta segenap anggota dan pengurus Gapensi Magetan.
Dalam kesempatan Ini, wakil bupati Magetan menyampaikan sebagai organisasi profesi jasa konstruksi, Gapensi Kabupaten Magetan diharapkan dapat mengambil bagian dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Magetan. Dengan kerja sama dengan tim pembina jasa konstruksi kab Magetan yang telah dibentuk, gapensi dapat membantu menjaga kelangsungan pembangunan infrastruktur melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan jasa konstruksi untuk menghasilkan output yang memenuhi standar dan kreteria yang telah ditetapkan, dengan tetap mematuhi peraturan perundang - undngan yang berlaku. (HumasPotokolMagetan)